Suasana Haram Sayidah Maksumah sa Diguyur Hujan

10 Februari 2021 - 17:07

Menurut Kantor Berita ABNA, kota Qom di Iran dikenal sebagai kota religius selain dikarenakan kota ini adalah pusat keilmuan pendidikan agama dengan ratusan hauzah ilmiah dan para ulama marja taklid bermukim di kota ini, juga dikarenakan di jantung kota ini terdapat makam Sayidah Fatimah Maksumah sa, adik kandung Imam Ali bin Musa ar-Ridha as yang menjadi pusat ziarah kedua terbesar di Iran setelah makam Imam Ridha as di kota Masyhad. 

Sayidah Fatimah Maksumah sa adalah putri Imam Musa al-Kazhim as, imam ketujuh umat Islam Syiah. Ia lahir pada 1 Dzulkaidah 173 H di kota Madinah. Pada tahun 201 H Demi untuk menemui saudaranya Imam Ridha as, ia pergi ke Thus Iran. Namun dalam perjalanan ia menderita sakit, dan meninggal dunia di kota Qom pada 10 Rabiul Tsani 201 H dalam usia 28 tahun. Di kota ini juga jenasah beliau dimakamkan dan menjadi pusat ziarah sampai hari ini. 

Makam Sayidah Maksumah sa yang lebih dikenal dengan Haram Karimah Ahlulbait menjadi pusat ziarah ribuan orang setiap harinya. Tidak hanya dari Iran namun juga peziarah dari berbagai negara. Kompleks Haram ini terbuka selama 24 jam. Selama pandemi, pusara makam ditutup untuk umum dan yang boleh diakses peziarah adalah areal Haram. 

Berikut ini adalah suasana Haram Sayidah Maksumah sa di suatu hari saat diguyur hujan. Meski dalam kondisi hujan turun deras, Haram keturunan Nabi Muhammad saw ini tetap tidak sepi peziarah.